menjadi salah satu teknik budidaya yg cukup ditunggu. Ikan dengan jenis
daging putih yg enak serta banyak ini banyak diminati oleh masyarakat.
Baik oleh warung pinggir jalan maupun restoran mewah. Pasar dari
budidaya atau ternak ikan patin juga bisa berupa penjualan bibit bagi
para peternak. Segmen pasar yg luas ini membuat ternak ikan patin
terbilang menjanjikan serta menguntungkan. Ingin mencobanya? Silakan
ikuti empat langkah budidaya dari ikan patin berikut ini.
Pembibitan
Untuk bibit patin bisa didapatkan dengan
dua cara besar, yakni mengambilnya secara langsung dari alam, bisa dari
rawa, sungai, atau yg lain. Atau Anda juga bisa membuatnya sendiri
dengan cara mengawinkan induk betina serta induk jantan dalam kolam
pemijahan. Tentu saja, Anda harus mendapatkan induk jantan serta betina
terbaik jika ingin mendapatkan bibit dengan teknik kedua ini. berikut
syarat untuk induk betina;
- Usia ikan sudah 3 tahun
- Ukuran ikan 1,5 hingga 2 kg
- Perutnya membesar ke arah belakang (anus)
- Kloakanya membengkak serta warnanya merah tua
- Perut empuk serta halus
- Kulit perut tipis serta lembek
- Ada telur yang keluar ketika kloaka dipencet
Syarat induk jantan
- Ukurannya adalah sebesar 1,5 hingga 2 kilogram
- Usianya 2 tahun
- Perut memiliki kulit yang tipis serta lembek
- Jika ditekan serta diurut akan keluar cairan berwarna putih
- Warna kelamin merah tua serta bengkak
Perkawinan induk patin
Ada banyak teknik yang bisa dilakukan
untuk mengawinkan dua induk patin. Salah satunya adalah dengan
mengawinkan secara suntik atau lebih dikenal dengan istilah kawin
suntik. Anda juga bisa memilih dengan mengawinkan alami, yakni secara
langsung.
Perawatan ikan patin
tips ternak patin selanjutnya setelah
didapatkan larva dan bibit dari patin adalah proses perawatan. Proses
inilah yang paling penting untuk dilakukan. Dalam proses ini Anda harus
memberi pakan untuk larva-larva yang sudah Anda pindahkan atau Anda
pisahkan dari induknya. Pakan diberikan saat pagi dan sore hari atau
sebanyak 2 kali sehari. Akan sangat baik jika larva diberi pakan yang
mengandung protein. Anda bisa menambahkan makanan alami dari alam berupa
bekicot, sisa pakan di dapur, keong emas, serta yg lainnya. Selain
merawatnya dalam hal pakan, Anda juga harus merawat larva dari gangguan
hama dan penyakit.
Panen ikan patin
Saat panen, Anda harus memperhatikan beberapa hal;
- Cacat patin saat dipanen
- Kerusakan
- Kematian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar